Jumat, 16 November 2012

fungsi seni dalam kehidupan masyarakat



oleh : sabda
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Karya seni lahir dari seniman yang kreatif, artinya seniman selalu berusaha meningkatkan sensibilitas dan presepsi terhadap dinamika kehidupan masyarakat. Sebaliknya masyarakatakan dapat merasakan manfaatnya. Seniman yang kreatif akan membawa  masyarakat ke selera estetik  yang lebih dalam, bukan selera yang mengarah pada kedangkalan seni.  Hal tersebut menuntut kreativitas seniman dalam proses  cipta seni, secra teoritis membutuhkan pemikiran yang matang. Ada tiga komponen dalam proses cipta karya seni  sbagai landasan berkarya. Ketiga komponen tersebut adalah tema, bentuk, dan isi. Walaupun secara teori dapat di pisahkan namun sebenarnya ketiga komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat di pisah-pisahkan.
1.      Tema Pokok (Subject Matter)
Subject matter atau tema pokok ialah rangsang cipta seniman dalam usahanya untuk menciptakan bentuk-bentuk yang menyenangkan. Bentuk yang menyenangkan ialah bentuk yang dapat memberikan konsumsi batin manusia secara utuh, dan perasaan keindahan kita dapat menangkap  harmoni bentuk yang disajikan serta mampu merasakan lewat sensitivitasnya. Dalam sebuah karya seni hampir dapat dipastikan adanya subject matter, inti atau pokok  persoalan yang di hasilkan sebagai akibat adanya pengolahan objek (objek alam atau objek image) yang terjadi dalam ide seseorang seniman dengan pengalaman pribadinya.Oleh karna itu problem yang sangat penting  dalam mencipta sebuah karya seni  bukalah apa yang digunakan sebagai objek, tetapi  “bagaimana” sang seniman mengolah objek tersebut menjadi karya seni yang punya nafsu/citra pribadi.


2.      Bentuk (Form)
Pada dasarnya apa yang dimaksut dengan bentu (form) adalah totalitas darada karya seni.brntuk itu merupakan organisasi atau satu kesatuan atau komposisi dari unsur-unsur pendukung karya. Ada dua macam bentuk
·         Visual form, yaitu bentuk fisik dari sebuah karya seni atau satu kesatuan dari unsur-unsur pendukungkarya  seni tersebut.
·         Special form, yaitu bentuk yang tercipta karna adnya hubungan timbal balik antara nilai-nilai yang di pancarkan oleh fenomena bentuk fisiknya terhadap tanggapan kesadaran emosionalnya.
Bentuk fisik sebuah karya dapat diartikan sebagai kongkritisasi dari subject matter tersebut dan bentuk psikis sebuah karya merupakan sususnan dari kesan hasil tanggapan. Hasil tanggapan yang terorganisir dari kekuatan proses imajinasi seorang penghayat itulah maka akan terjadilah sebuah bobot karya atau arti (isi) sebuah karya seni atau juga disebut makna.
3.      Isi Atau Makna
Isi atau arti sebenarnya adalah bentuk psikis dari seorang penghayat yang baik. Perbedaan bentuk dan isi hanya terletak pada diri penghayat. Bentuk hanya cukup dihayati secara indrawi tetapi isi atau arti di hayati dengan mata batin seorang penghayat secara kontemplasi. Sehingga dapat di simpulkan bahwa isi disamakan dengan subject matter seorang penghayat. Disini persamaan antara pencipta dan penghayat . seorang seniman pencipta adalah adalah penghayat yang pertama yang punya bentuk psikis didalam dunia idenya yang berhak atas karyanya dalam mengubah atau menambah. Bentuk psikis seorang seniman pencipta merupakn merupakan bentuk yang disebut subject matter yang  setiap saat dapat dibabarkan. Sedangkan seniman penghayat yang punya bentuk psikis yang di hasilkan dari proses hayati oleh dunia idenya yang merupakan juga hasil imajinasi atau proses kreativitas. Sehing dapat kita simpulkan bahwa bentuk fisik milik seniman pencipta  sedangkan bentuk psikis atau isi milik seniman penghayat.
B.     Batasan Masalah
Dalaam kesempatan kali ini kelompok kami hanya membahas tentang  fungsi seni dalam kehidupan masyarkat.


















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Fungsi Seni Rupa Dalam Kehidupan Masyarakat
Seni rupa di tinjau dari segi fungsi terhadap masyrakat atau kebutuhan manusia, senirupa secara teoritis di bagi menjadi dua kelompok, yaitu seni murni (fine art) dan seni terapan (applied art). Seni murni (fine art) adalah kelompok karya seni rupa yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan spiritual. Artinya bahwa kelahiran karya seni tersebut lahir dari adanya ungkapan atau ekspresi jiwa, tanpa adanya faktor pendorong untuk tujuan materiil. Dengan kata lain bahwa seni tersebut bukan lagi merupakan kebutuhan praktis bagi masyarakat tetapi hanya mengejar nilai untuk kepentingan estetika seni yang dimanfaatkan dalam lingkungan seni itu sendiri atau disebut sebagai seni untuk seni (soedarso Sp, 1990:21) yang termasuk kelompok seni adalah seni lukis dan seni patung.
Seni terapan (applied art) yaitu kelompok karya seni rupa yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan praktis atau memenuhi kebutuhan sehari-hari secara materil. Artinya bahwa kelahiran karya seni terapan merupakan bagian dari kebutuhan masyarakat (manusia) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari secara materil. Seni terapan dalam produk karyanya selalu mempertimbangkan keadaan pasar dan estetika. Kelompok seni rupa ini benar-benar milik msyarakat. Karya seni terapan lebih mengarah pada produk benda pakai masyarakat banyak (mass product). Pengerjaannya selalu memperhitungkan sejak mulai dari pemilihan bahan dan proses pengerjaan, sampai pertimbangan kebutuhan pasar. Aspek komersial menjadi ciri utama dari seni rupa terapan.
Karya-karya seni rupa dilihat secara formalitas terbagi atas dua kelompok, yaitu kelompok karya seni figuratif dan karya seni non figuratif. Perbedaan secara formalitas tersebut akan tampak pada seni lukis, seni patung, seni ilustrasi, dan seni hias. Karya seni figuratif yaitu apabila unsur-unsur pendukung karya seni tersebut sebagian atau seluruhnya merupakan penggambaran alam. Sususnan unsur rupa yang dihadirkan da kemiripan dengan wujud alam. Dengan kata lain tampak adanya figur alam yang tergambar di dalamnya. Lambang-lambang yang dihadirkan merupakan lambang hasil interpretasi terhadap alam. Karya seni non figuratif yaitu apabila di dalam penggambarannya merupakan sususnan atau komposisi dari unsur rupa secara elementer, artinya sajian karya tanpa adanya wujud alam (figur).
1.      Seni Lukis
Seni lukis bisa dikatakan sebagai suatu ungkapan pengalaman etetik seseorang yang di tuangkan dalam bidang dua dimensi (dua matra), dengan menggunakan medium rupa, yaitu, garis, warna, tekstur, shape, dan sebagainya. Medium rupa dapat di jangkau melalui berbagai macam jenis material seperti tinta, cat/pigmen, tanah liat, semen dan berbagai aplikasi yang memberi kemungkinan untuk mewujudkan medium rupa. Pengertian dan definisi seni lukis sangat bergam, namun kadang terjadi kesimpangsiuran pengertian antara seni lukis dan menggambar atau seni gambar. Lukisan dan gambar tidak dapat dibedakan dengan sekedar memilahkan material yang di gunakan, tetapi lebih jauh dari itu  yang lebih memerlukan pertimbangan tentang estetik, latar belakang pembuatan karya, dan sebagainya.
Pada mulanya seni gambar merupakan karya ilustrasi, yaitu untuk menerangkan atau memberi keterangan terhadap orang lain atau lebih tepat sebagai gambar keterangan. Disisi lain menggambar merupakan medium untuk mencapai simbol figuratif dalam pencapaian bentuk seni lukis. Secara pintas seni gambar merupakan seni lukis yang menonjolkan unsur garis dan lukis dengan menonjolkan warna, tetapi pada penerapan dan perkembangan seni gambar pada kurun selanjutnya mengabaikan pendapat tersebut, dan bukan lagi sebagai karya ilustrasi, bahkan kini menggunakan medium yang sama seperti yang berlaku pada seni lukis. yang jelas, seni gambar memerlukan keterampilan khusus untuk menggambarkan sesuatu sebagai bentuk representasi. Adapaun seni lukis merupakan ungkapan pengalaman estetik yang di wujudkan dalam bentuk dua dimensional. Sehingga perbedaan antara keduanya terletak pada genetik proses penciptaan karya seni, bukan pada hasil akhir.
2.      Seni Patung
Seni patung mempunyai masalah yang sama seperti halnya seni lukis. Seni patung merupakan seni murni sejauh ia tidak melibatkan diri pada pertimbangan untuk kebutuhan terapan. Karena sifatnya, maka seni patung merupakan ungkapan pengalaman estetik yang diwujudkan dalam bentuk tiga dimensional (tiga matra). Seni patung terikat oleh ruang nyata, yang berada dengan seni lukis yang memerlukan perspektif dalam menampilkan matra ketiga atau ruang semu. Seni patung terikat oleh waktu hayati, yang berbeda dengan seni musik atau seni pertunjukan yang terikat pada waktu secara ketat. Waktu dalam seni patung adalah waktu yang di gunakan penghayat saat terlibat proses hayatan. Untuk melihat patung seseorang penghayat tidak dapatmenghayati secara simultan tetapi membutuhkan waktu secara berkesinambungan.
Seni patung yang cendrung mempertimbangkan nilai guna atau nilai terapan, adalah seperti yang kita lihat pada bentuk arca yang terdapat pada candi-candi pada rumah-rumah atau pemujaan. Patung yang demikian itu disebut “totem” totem merupakan seni terapan karena pada hakikatnya merupakan seni kerajinan atau seni kriya yang dikenal dengan istilah “seni pahat” jenis seni patung yang menggunakan perspektif atau ruang semu dan kurang tepat disebut “patung” dipakai istilah “relief” dikatakan jenis seni patung karena proses, teknik garap, figur pada relief merupakan konsepsi pencapaian bentuk seperti pada seni patung, namun permasalahan yang muncul sebagai seni ungkap atau seni ekspresi, merupakan permasalahan seperti halnya pada sei lukis.
3.      Seni Grafis
Seni grafis pada dasarnya menitikberatkan pada teknik cetak-mencetak, sebagai usaha untuk dapat memperbanyak atau melipatgandakan sesuatu, baik gambar ataupun tulisan dengan cara tertentu pula. Kita banyak mengenal prinsip-prinsip dasar tentang proses cetak mencetak seperti: cetak tinggi, cetak datar, cetak saring, dan banyak lagi yang lainnya. Yang dinamakan cetak tinggi adalah proses peneraan (tera) negatif pada bidang datar (kertas).
Sesuai dengan cetak tinggi, maka bidang yang dilumuri tinta adalah bidang yang tinggi, sedangkan bidang yang rendah tidak kena tinta, seperti yang dapat kita lihat pada stempel. Teknik ini berbeda dengan  cetak datar maupun cetak dalam, yang memerlukan teknik tertentu seperti pembuatan negatif  dengan proses etsa (etching) dan menggunakan alat bantu lainnya. Adapun cetak saring juga sering disebut cetak tembus (schablon) dengan menggunakan silk screen sebagai media dasarnya. Kalau seni grafis terapan sangat berkepentingan dengan fungsi guna, maka seni grafis murni tidak. seni grafis murni sama dengan seni murni lainnya seperti sen lukis dan seni patung. Ia merupakan suatu proses kreatif dalam mengungkapkan pengalaman artistiknya melalui media cetak mencetak untuk mencapai rasa keindahan.
4.      Seni Arsitektur
Seni arsitektur sebagai seni terapan merupakan karya seni pakai yang paling serius dan komplek permasalahannya, mengingat arsitektur merupakan karya monomental karena tidak setiap saat dapat diubah seperti mengubah rumah salju. Sekali seorang arsitek merencanakan bangunannya maka akan terlahir sebuah karya jadi. Untuk keperluan itulah segalanya di perhitungkan dengan sangat hati-hati dan pasti, karna tidak setiap saat ia dapat membengkokkan seperti dalam bentuk plastisin. Banyak faktor yang harus di perhitungkan tentang: siapa yang menempati, bagaimana status sosialnya, kebiasaan-kebiasaannya, sampai pada banyaknya tamu, kesehatan kepraktisan, dan lain sebagainya. Namun demikian seorang arsitek, tidak lepas perhatiannya dari kaedah-kaedah estetis atau keindahan bangunannya. Oleh karna bangunan itu merupakan suatu karya tiga dimensional, maka arsitek slalu memperhitungkan apakah bentuk bangunannya sudah cukup indah bila di pandang dari berbagai arah, bagaimana komposisi ruangan dalamnya, mobilisasinya. Dalsm keadaan ideal biasanya seorang arsitek bekerja sama dengan desainer interior dalam merencanakan suatu bangunan, terutama yang menyangkut perhitungan tata riasnya.
Keberadaan karya seni secara teoritis mempunyai tiga macam fungsi yaitu:
1.      Fungsi Personal
Manusia dikenal sebagai makhluk sosial sekaligus sebagai makhluk individu. Dikatakan makhluk sosial karena manusia tidak bisa hidup tanpa dukungan manusia lain. Untuk itulah dibutuhkan aturan atau tata cara hidup dalam kehidupan. Tatacara itulah nantinya yang di sebut dengan kebudayaan. Dikatakan makhluk individu karna setiap manusia mempunyai eksistensi pribadi yang tidak dapat dimiliki manusia lain. Itulah yang membedakan manusia dengan binatang. Manusia sebagai objek yang terikat satu budaya, maka di butuhkan alat komunikasi  dengan subjek lain dengan sebuah media atau bahasa. Karya seni sebagai perwujudan prasaan dan emosi mereka adalah salah satu pengertian dari bahasa atau media.
Sebagai instrumen ekspresi personal, seni semata-mata tidak di batasi untuk dirinya sendiri. Maksudnya, ia tidak secarra ekslusif berdasarkan emosi pribadi, namun bertolak pada pandangan personal menuju persoalan-persoalan umum dimana seniman itu hidup, yang nantinyan akan diterjemahkan seniman lewat lambnag simbol yang terjadi pola umum pula. Ciri-ciri kemanusiaan seperti kelahiran, cinyta, dan kematian yang punya dassr instrumen secara umum di angkat sebagai tema seni, tetapi pengolahan kepada wujud karya tidak bisa ;epas dari adanya keunikan seniman dalam menangkap atau membentuk idenya. Contoh sebuah karya patung yang menggambarkan cinta yang tak pernah terpendamkan oleh frans holk. Karya tersebut tidak berarti bahwa subjek atau personalnya holk merupakan instrumen suram atau despresi. Bagi seniman, semua itu merupakan suatu bukti adanya kesempatan seniman untuk menunjukan pandangan personalnya dalam menanggapi sesuatu yang dia hadaapi. Barang kali dapat dikatakan fungsi karya seni merupakan semacam jalan keluar daripada ekspresi personal seniamn, sekalipun satu-satunya bukan fungsi kary seni. Dalam seni modern, unsur personal mendapat penghargaan yang tinggi, terutama karyaseni yang mengutamakan estetika sebagai tujuan utama kehadiran karya.
2.      Fungsi Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial, seperti yang telah di singgung di depan, maka manusia disamping mempunyai tanggung jawab atas dirinya ia terikat pula oleh lingkungan sosialnya. Semua karya seni yang berkaitan dengannya akan juga berfungsi sosial, karya karya seni di ciptakan untuk penghayat. Para seniman dapat berkata bahwa karya seni yang mereka buat semata-mata utuk dirinya sendiridan dengan ukuran atau standar pribadi. Namun tidak dapat di pungkirinya bahwa di balik itu semua seniman mengharapkan adanya sesuatu dari masyarakat penghayatnya. Apakah masyaarakat akan menerimanya dengan rasa kagum dan menghargainya. Sebagai konsekuensinya karya seni karya seni yang mereka susun atau ciptakan merupakan respons sosial dengan dorongan personal, sekaligus mempunyai fungsi sosial.
Pengertian fungsi seni sebagai fungsi sosial merupakan kecenderungan atau usaha untuk mempengaruhi tingkah laku terhadap kelompokmanusia. Ia diciptakan berdasarkan atas dasaar penggunaan atas situasi umum serta menggambarkan aspek kelompok sebagai wujud adanya perbedaan pengalaman personal. Kita bisa mengambil contoh karya-karya yang di pakai pada pemujaan, penghargaan, pelampiasan kemarahan, protes/kritik, deskripsi sosial penghinaan sendirian dan sebagainya. Dengan kata lain seni dapat mempengaruhi tingkah laku manusia, mengubah cara berfikir dan juga perasaan, bahkan seringkali mempengaruhi tindakan.contohnya karya advertensi/reklame dan poster.
3.      Fungsi Fisik
Fungsi fisik yag dimaksud adalah kreasi yang secara fisik dapat di gunakan untuk kebutuhan praktis sehari-hari. Karya seni yang ia buat benar-benar merupakan kesenian yang berorientasi pada kebutuhsn fisik selain keindahan barang itu sendiri. Karya seni semacam ini banyak dibuat oleh seniman seni rupa (seni kriya). Kita ambil contoh minsalnya sendok yang dibuat sebagai alat atau lokomotif sebagai sarana transportasi. Keduanya membutuhkan adanya perencanaan sesuai sesuai dengan efisiensi operasionalnya, dan mempertimbangkan visualisasinya.
Seni bangunan, forniture, dekorasi, busana asesoris, dan segala macam prabot rumah tangga serta hampir semua prabot atau alat yang di butuhkan manusia, di buat lewat rencana (desain) yang berorientasi pada guna dan estetika. Kehidupan karya seni tersebut mempunyai peluang emas di dalam masyarakat sebagai produk kerajinan kecil. Contoh perbandingan, minsalnya perbedaan antara seni lukis/patung dengan seni kriya. seni lukis/patung merupakan karya seni dengan fungsi personal sedang seni kriya, seni bangunan seni batik seni dekorasi dan lain-lain, merupakan seni dengan fungsi fisik. Biasanya dalam disiplin seni rupa seni personal disebut fine art sdangkan seni fisik disebut applied art.













BAB III
KESIMPULAN
A.    Penutup
 Seni rupa di tinjau dari segi fungsi terhadap masyrakat atau kebutuhan manusia, senirupa secara teoritis di bagi menjadi dua kelompok, yaitu seni murni (fine art) dan seni terapan (applied art). Seni murni (fine art) adalah kelompok karya seni rupa yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan spiritual. Artinya bahwa kelahiran karya seni tersebut lahir dari adanya ungkapan atau ekspresi jiwa, tanpa adanya faktor pendorong untuk tujuan materiil.
Keberadaan karya seni secara teoritis mempunyai tiga macam fungsi yaitu:
1.      Fungsi personal (Manusia dikenal sebagai makhluk sosial sekaligus sebagai makhluk individu)
2.      Fungsi sosial (Manusia sebagai makhluk sosial, seperti yang telah di singgung di depan, maka manusia disamping mempunyai tanggung jawab atas dirinya ia terikat pula oleh lingkungan sosialnya. Semua karya seni yang berkaitan dengannya akan juga berfungsi sosial)
3.      Fungsi fisik (kreasi yang secara fisik dapat di gunakan untuk kebutuhan praktis sehari-hari. Karya seni yang ia buat benar-benar merupakan kesenian yang berorientasi pada kebutuhsn fisik selain keindahan barang itu sendiri)




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar